Wakil Bupati Kampar Diwakili Helmi, Hadiri Peletakan Batu Pertama Asrama Ponpes Ibnu Jarir

Kampar – Pengembangan sarana pendidikan keagamaan di Kabupaten Kampar terus berjalan. Pondok Pesantren Ibnu Jarir, Kecamatan Bangkinang Kota, mulai membangun gedung asrama baru tiga lantai yang diproyeksikan menjadi tempat tinggal bagi ratusan santri sekaligus menunjang aktivitas pendidikan di lingkungan pesantren.

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan tersebut berlangsung pada Kamis (29/10/2026). Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti S. Ag. M. Si, diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Helmi, S.H., M.H.

kegiatan inidihadiri juga oleh Camat Bangkinang Edi Suherman Para Guru/Asatidz dan para tamu undangan lainya. Kehadiran gedung baru ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan asrama seiring perkembangan jumlah santri.

Dalam sambutannya, Helmi menekankan bahwa pembangunan fasilitas pesantren harus mengedepankan kualitas, keamanan, dan tanggung jawab. Menurutnya, gedung yang dibangun bukan sekadar sarana fisik, tetapi juga akan menjadi bagian dari lingkungan santri dalam menuntut ilmu dan membentuk kepribadian.

Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan serta keselamatan kerja.

Helmi juga mengajak para santri untuk nantinya menjaga fasilitas tersebut dengan baik, termasuk memelihara kebersihan, ketertiban, dan suasana belajar yang kondusif.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Ibnu Jarir, Ustadz Muhammad Irfan Ali, Lc., menyampaikan bahwa pembangunan asrama baru merupakan pengembangan dari fasilitas yang telah dimiliki pesantren.

Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama difokuskan pada lantai dasar dan diperkirakan berlangsung selama sembilan bulan.

Pada tahap awal tersebut, tersedia rencana pembangunan 16 kamar dengan kapasitas sekitar 180 santri. Apabila seluruh bangunan tiga lantai selesai sesuai perencanaan, daya tampung asrama ditargetkan mencapai 500 santri putra.
Saat ini, Ponpes Ibnu Jarir memiliki 327 santri yang berasal dari berbagai daerah. Mayoritas berasal dari Kabupaten Kampar dan sekitarnya, sedangkan sebagian lainnya datang dari Jambi, Kepulauan Riau, Batam, hingga Jakarta.

Dalam proses pembelajaran, pesantren menerapkan sistem boarding school, yaitu santri tinggal di lingkungan pesantren dan menjalani pendidikan secara terpadu. Selain mengikuti pelajaran umum di kelas, mereka juga mendapatkan pembinaan bahasa Arab, hafalan Al-Qur’an, serta pendidikan akhlak dan adab.

Meski baru berjalan selama tujuh tahun, Ponpes Ibnu Jarir telah mencatat sejumlah prestasi. Santrinya pernah meraih juara pertama tingkat nasional hingga berkesempatan mewakili Indonesia dalam perlombaan internasional di bidang pembacaan kitab kuning dan bahasa Arab.

Prestasi lainnya juga ditorehkan dalam MTQ ke-55 tingkat Kabupaten Kampar di Kecamatan Gunung Sahilan, dengan 10 santri berhasil meraih prestasi. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti perkembangan pembinaan keilmuan dan keagamaan yang dijalankan pesantren.

Sejumlah alumninya bahkan telah melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, Ponpes Ibnu Jarir memperoleh bantuan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah serta dukungan melalui sejumlah program pemerintah daerah.

Pihak pesantren berharap hubungan kerja sama dengan Pemkab Kampar terus diperkuat, terutama dalam pengembangan pendidikan dan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, produk yang dihasilkan pesantren juga diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Pembangunan asrama baru ini diharapkan menjadi tambahan fasilitas yang mendukung perjalanan pendidikan para santri. Dengan tempat tinggal yang lebih memadai, santri diharapkan dapat belajar dengan nyaman, memperdalam ilmu agama, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.***







Pos terkait