Rohil – Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, BBA., MBA., secara resmi membuka kegiatan, bakti taruna tahun 2026 yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 11 Rokan Hilir, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pengabdian para taruna di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan generasi muda dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Rokan Hilir.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Kehadiran para taruna disambut sebagai wujud kolaborasi strategis yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor pendidikan, pembentukan karakter generasi muda, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program pengabdian yang akan dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jhony Charles menegaskan bahwa program Bakti Taruna tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan ruang pembelajaran yang mempertemukan kapasitas intelektual para taruna dengan dinamika kehidupan masyarakat, sehingga mampu menghasilkan pengalaman empiris sekaligus mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
“Kehadiran adik-adik Taruna di SRT 11 Rokan Hilir harus mampu menjadi role model atau cermin hidup bagi anak-anak didik kami di sini. Tunjukkan kepada mereka bahwa dengan disiplin, kerja keras, dan pendidikan, anak daerah pun bisa berdiri tegak memimpin bangsa ini di masa depan,” ujar Jhony Charles.
Ia menilai keberadaan para taruna memiliki nilai strategis sebagai sumber inspirasi bagi peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan optimisme bahwa pendidikan merupakan instrumen utama untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kementerian Sosial Republik Indonesia, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rokan Hilir, Kepala SRT 11 Rokan Hilir Endang Firdaus beserta jajaran majelis guru, para pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, tokoh agama, tokoh adat, serta alim ulama.
Di hadapan para peserta, Wakil Bupati mengemukakan bahwa Kabupaten Rokan Hilir memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dan prospek pembangunan yang besar. Namun demikian, potensi tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dari aspek geografis, pemerataan pembangunan, maupun kondisi sosial kemasyarakatan yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan..
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menitipkan tiga pesan utama kepada seluruh taruna sebagai pedoman selama melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat. Pertama, memahami karakteristik dan denyut kehidupan masyarakat dengan mengedepankan sikap terbuka serta menghormati nilai-nilai budaya dan adat istiadat setempat sebagai implementasi falsafah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kedua, menjadi bagian dari solusi melalui dialog, kolaborasi, dan inovasi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketiga, menjaga integritas, etika, serta nama baik almamater melalui dedikasi dan profesionalisme selama menjalankan setiap aktivitas pengabdian.
“Jadikan momen bakti ini sebagai laboratorium kehidupan yang sesungguhnya. Ilmu di kampus atau tempat pelatihan tidak akan pernah lengkap tanpa diuji langsung oleh realitas sosial di lapangan,” kata Jhony Charles.
Menurut dia, pengalaman berinteraksi secara langsung dengan masyarakat merupakan proses pembelajaran yang tidak tergantikan karena mampu membentuk kepekaan sosial, memperluas perspektif, sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan dalam menghadapi persoalan nyata.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SRT 11 Rokan Hilir atas inisiatif dan penyambutan yang diberikan kepada para peserta Bakti Taruna. Pemerintah daerah berharap semangat kolaborasi tersebut menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan produktif.
Wakil Bupati selanjutnya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan sebagai tuan rumah yang baik dengan memberikan dukungan, pendampingan, serta fasilitas yang diperlukan agar seluruh rangkaian program Bakti Taruna Tahun 2026 dapat terlaksana secara optimal, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta meninggalkan dampak pembangunan yang berkelanjutan bagi Kabupaten Rokan Hilir.***









