SIAK – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Siak, Irving Kahar Arifin, punya cerita tersendiri saat Ketua DPD PDI Perjuangan Riau, H Zukri, datang ke Siak.
Di sela agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Siak, Zukri yang juga Bupati Pelalawan itu membawa bibit aren yang membuat Irving tertarik.
Irving mengaku senang ketika mengetahui Zukri datang dengan membawa gagasan gerakan menanam aren. Apalagi, gagasan tersebut langsung disertai aksi nyata. Bibit disiapkan gratis bagi kader PDI Perjuangan yang ingin menanam.
Ide itu, kata Irving, murni datang dari Zukri. Namun begitu dikenalkan di Siak, ia langsung menyambutnya dengan antusias. Menurutnya, gerakan menanam memiliki prospek panjang, baik bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.
“Saya senang sekali Pak Zukri datang ke Siak membawa bibit aren. Ide ini memang murni dari beliau, dan kami di Siak menyambutnya dengan sangat baik. Saya melihat ini punya dampak ekonomi yang besar ke depan,” kata Irving, Sabtu (4/7/2026).
Usai agenda Musancab, gagasan itu langsung dipraktikkan. Irving bersama Zukri dan jajaran pengurus partai bergerak menuju lahan milik Ikbal di Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.
Di lokasi itu, suasana berlangsung cair. Zukri dan Irving turun langsung mengambil cangkul. Keduanya menggali lubang sendiri, memasukkan bibit aren, kemudian menimbunnya kembali dengan tanah.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Riau yang juga Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, Wakil Ketua Bappilu Aswandi bersama sejumlah kader PDI Perjuangan ikut dalam kegiatan tersebut. Suasana sempat pecah oleh canda para kader ketika para pimpinan partai bergantian mencangkul tanah.
Zukri tampak cukup memahami cara menanam aren. Di sela kegiatan, ia menunjukkan teknik menanam bibit agar dapat tumbuh dengan baik. Irving memperhatikan sembari ikut menyelesaikan penanaman.
Dari peristiwa sederhana di Kampung Rempak itulah, Irving menyebut PDI Perjuangan bakal arenkan Siak. Ia siap memasifkan program tersebut melalui seluruh struktur partai. Mulai dari pengurus DPC, PAC, ranting hingga anak ranting di berbagai kecamatan dan kampung di Kabupaten Siak.
Irving mengatakan, pihaknya siap menerima bibit aren dari Zukri untuk didistribusikan melalui jaringan kader. Bahkan, gerakan tersebut tidak akan berhenti di internal partai.
Masyarakat yang ingin ikut menanam aren juga akan diakomodir melalui jaringan PDI Perjuangan hingga ke tingkat bawah. Menurut Irving, kesempatan mendapatkan bibit gratis harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Insyaalah, ini gerakan menarik dan penting. Kita siap arenkan Siak, tentu mulai dari kader partai dulu,” katanya.
Ia membayangkan, jika gerakan tersebut dilakukan secara konsisten dan meluas, ribuan batang aren dapat tumbuh di pekarangan rumah, kebun maupun lahan masyarakat di Kabupaten Siak.
“Kita bisa bayangkan dampak ekonominya bagi masyarakat ke depan. Sehingga ada ketahanan secara ekonomi yang menunjang kehidupan masyarakat,” katanya.
Bagi Irving, berpartai politik pada akhirnya tetap bermuara pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran partai, menurutnya, tidak cukup hanya terasa ketika Pemili atau Pilkada berlangsung.
“Berpartai politik tujuannya tetap untuk menyejahterakan masyarakat. Aren ini salah satu solusi. Meskipun bentuknya kecil saja, menanam aren, tapi impact-nya ke depan akan terasa,” ujar Irving.
Ia menilai, gerakan menanam aren dapat menjadi contoh bagaimana partai politik hadir melalui tindakan sederhana, konkret dan bisa dilakukan bersama-sama.
“Di sinilah partai politik hadir. Memberikan inspirasi, mencontohkan yang baik, demi kebersamaan dan kesejahteraan bersama,” katanya.
Karena itu, Irving siap menjadikan gerakan tersebut lebih masif di Kabupaten Siak. Ia ingin bibit aren tidak berhenti sebagai simbol penanaman dalam sebuah acara partai.
“Jadi kita tanam bibit. Besok kita rawat. Ke depan, semoga yang tumbuh bukan cuma pohonnya, tapi juga ekonomi masyarakat. Kita siap Arenkan Siak,” tegas Irving.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Riau, H Zukri, membenarkan bahwa gagasan membagikan dan menanam aren tersebut memang berasal darinya. Gerakan itu berangkat dari keinginan agar kader partai memiliki kehidupan ekonomi yang lebih baik.
“Ide ini memang ide dari saya. Karena kita ingin kader hidup lebih baik, sejahtera, rakyat pun bisa sejahtera. Jadi dimulai dari kader partai. Ini akan jadi identitas,” kata Zukri.
Menurut Zukri, penanaman simbolis sejauh ini telah dilakukan di tiga kabupaten. Sementara jumlah bibit yang akan dibagikan menyesuaikan kebutuhan dan usulan kader di masing-masing daerah.
“Misalnya kader partainya mau minta lima batang, 10 batang, delapan batang, itu tergantung permintaan dari teman-teman,” ujarnya.
Zukri memastikan bibit aren tersebut diberikan secara gratis. Kader dapat menanamnya di lingkungan rumah masing-masing, bahkan dengan jumlah terbatas.
Pilihan terhadap aren, kata Zukri, bukan tanpa alasan. Ia menyebut aren sebagai tanaman kehidupan sekaligus tanaman hutan yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomi.
“Aren itu tanaman kehidupan, dan dia tanaman hutan. Jadi bisa membuat daerah kita sejuk dan bisa menghasilkan duit, bisa menyejahterakan rakyat. Tidak perlu banyak, tapi bisa membuat orang sejahtera,” katanya.
Zukri bahkan menggambarkan potensi ekonomi aren cukup besar jika dikelola dengan baik. Menurutnya, beberapa batang aren produktif dapat memberikan nilai ekonomi yang menarik bagi keluarga.
“Kalau bayangkan arennya tiga batang, itu sama dengan punya satu hektare sawit. Bahkan bisa lebih. Kalau niranya dijual, bisa setara dengan tiga hektare sawit. Itu cukup di pekarangan rumah,” ujar Zukri.
Kini, gagasan yang dibawa Zukri mulai mendapat tempat di Siak. Dari sebidang lahan di Kampung Rempak, Irving ingin gerakan itu menjalar melalui jaringan partai hingga ke rumah-rumah warga.









