Diduga Serangan Penyakit, 20 Sapi di Desa Kualu Mati

Bangkinang – Puluhan hewan ternak sapi dilaporkan mati mendadak di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Peristiwa ini membuat para peternak setempat resah karena kematian terjadi dalam waktu yang berdekatan dan tanpa tanda-tanda yang jelas sebelumnya.

Kepala Desa Kualu,Darmawan, mengungkapkan bahwa sedikitnya sekitar 20 ekor sapi milik warga mati secara mendadak sebelum bulan Ramadan. Menurutnya, kasus ini telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi para peternak.

“Ada sekitar 20 ekor sapi yang mati mendadak. Kejadiannya sebelum bulan Ramadan. Kami dari pihak desa sudah menyampaikan laporan ini ke dinas perkebunan dan kesehatan hewan,” ujar Mawan, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelum mati, sapi-sapi tersebut menunjukkan gejala tidak biasa. Di antaranya kehilangan nafsu makan dan mengeluarkan lendir dari mulut. Beberapa sapi bahkan telah mendapatkan suntikan atau penanganan medis dari petugas, namun nyawanya tetap tidak tertolong.

“Awalnya sapi tidak mau makan, lalu mulutnya mengeluarkan lendir. Sudah sempat disuntik beberapa kali, tapi tetap mati,” jelasnya.

Para peternak menduga ada serangan penyakit yang menyebar dengan cepat di lingkungan kandang. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian puluhan sapi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari dinas terkait.

Pemerintah desa berharap ada pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan apakah kematian disebabkan oleh infeksi menular, keracunan pakan, atau faktor lainnya.

Sejumlah peternak mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat peristiwa ini. Selain kehilangan aset ternak, mereka juga khawatir kematian akan terus bertambah jika tidak segera ditangani secara serius.

Pihak desa bersama dinas terkait dikabarkan telah melakukan pendataan terhadap sapi yang mati serta melakukan pemantauan terhadap ternak yang masih hidup.

Peternak juga diimbau untuk meningkatkan kebersihan kandang, memperhatikan kualitas pakan, serta segera melapor jika menemukan gejala serupa pada hewan ternak lainnya.

Darmawan berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan memberikan solusi, termasuk kemungkinan bantuan bagi peternak yang terdampak.

“Kami berharap ada tindak lanjut cepat agar kejadian seperti ini tidak terulang dan peternak tidak semakin merugi,” tutupnya.*







Pos terkait